200 Faktor Rangking Google: Daftar Lengkap (2018)

Faktor Rangking Google

Anda mungkin telah mengetahui kalau google menggunakan 200-an lebih faktor rangking pada algoritmanya…

Tapi apa saja itu?

Saya telah menyusun daftar lengkap tersebut sebagai hadiah untuk anda.

Beberapa telah terbukti.

Beberapa masih kontroversi.

Lainnya adalah spekulasi para pakar SEO.

Tapi semuanya ada disini.

Dan saya baru saja melakukan update semua daftar tersebut untuk tahun 2018.

Silahkan di simak.

Faktor Domain

Faktor Domain

1. Umur Domain: Pada video ini, Matt Cutts dari google mengatakan: Perbedaan antara domain yang berumur enam bulan dengan satu tahun tidak terlalu besar.

Dengan lain kata, mereka memang menggunakan umur domain….namun tidak begitu penting.

2. Keyword Muncul pada Top Level Domain: Ini tidak memberikan dorongan seperti sebelumnya, namun memiliki keyword pada domain anda masih berfungsi sebagai sinyal relevansi.

3. Keyword Sebagai Kata Pertama pada Domain: Domain yang diawali dengan target keyword memiliki keunggulan lebih dibandingkan situs yang tidak memiliki keyword pada domainnya (atau memiliki keyword pada tengah atau akhir domainnya).

4. Masa Registrasi Domain: Hak paten google mengatakan: Domain berharga (sah) sering dibayar langsung untuk beberapa tahun, sementara domain doorway (tidak sah) jarang digunakan lebih dari setahun. Oleh karena itu, tanggal ketika sebuah domain berakhir dapat digunakan sebagai legitimasi suatu domain.

5. Keyword pada Subdomain: Pakar panel Moz setuju bahwa kata kunci yang muncul di subdomain dapat meningkatkan rangking.

Keyword pada Subdomain

6. Riwayat Domain: Situs dengan kepemilikan yang tidak menetap atau sering berganti dapat memberitahu google untuk menyetel ulang riwayat situs, meniadakan link yang mengarah ke domain. Atau, pad a beberapa kasus, domain yang telah penalti dapat membawa hukuman tersebut hingga ke pemilik baru.

7. Exact Match Domain: Exact Match Domain mungkin masih dapat memberikan anda sedikit keunggulan. Namun, jika EMD anda merupakan situs berkualitas rendah, ini sangat rentan akan the EMD update.

the EMD update

8. Public vs Private WHOIS: Informasi private WHOIS mungkin bisa menjadi pertanda sesuatu untuk di sembunyikan. Matt Cutts dari google mengatakan: “Saat saya mengecek WHOIS mereka, mereka semua menggunakan “layanan perlindungan privasi whois” nya. Itu sangat tidak biasa. Memiliki privasi whois tidak sepenuhnya buruk, namun jika anda memiliki beberapa faktor seperti ini bersamaan, anda seperti mengatakan tentang jenis webmaster yang sangat berbeda dari orang yang hanya memiliki satu situs atau lebih.”

9. Penalti Pemilik WHOIS: Jika google mengidentifikasi orang tertentu sebagai spammer, itu masuk akal jika mereka akan meneliti situs lain yang di miliki orang tersebut.

10. Ekstensi TLD Negara: Memiliki TLD kode negara (.id, .ca, .fr) dapat membantu rangking situs untuk negara bersangkutan, namun itu memiliki batas pada kemampuan situs untuk me-rangking secara global.

Faktor Tingkat Halaman

Faktor Tingkat Halaman

11. Keyword pada Title Tag: Meskipun tidak terlalu penting seperti sebelumnya, title tag anda tetap merupakan signal penting on-page SEO.

Keyword pada Title Tag

12. Title Tag di mulai dengan Keyword: Menurut Moz, title tag yang di mulai dengan keyword sering memiliki performa lebih bagus dari pada title tag dengan keyword di bagian akhir tag.

13. Keyword pada Tag Deskripsi: Google tidak menggunakan meta tag deskripsi sebagai rangking sinyal langsung. Namun, tag deskripsi anda dapat berpengaruh pada CTR, dimana itu adalah kunci dari faktor rangking.

14. Keyword muncul pada H1 tag: H1 tag adalah “title tag kedua”. Bersama dengan title tag anda, google menggunakan H1 tag sebagai sinyal rangking kedua, menurut hasil studi berikut:

Keyword muncul pada H1 tag

15. TF-IDF: Cara mudah untuk mengatakan: “Seberapa sering kata tertentu muncul dalam halaman?”. Semakin sering kata itu muncul di halaman, semakin besar kemungkinan halaman tersebut adalah mengenai kata tersebut. Google kemungkinan menggunakan versi canggih TF-IDF.

16. Panjang Konten: Konten dengan lebih banyak kata dapat mencakup lebih luas dan kemungkinan lebih disukai dalam algoritma dibandingkan artikel pendek. Memang, salah satu studi faktor rangking industri menemukan panjang konten berhubungan dengan posisi SERP.

Panjang Konten

17. Table Konten: Menggunakan table konten yang berhubungan dapat membantu google lebih mengerti konten halaman anda. Itu juga dapat menghasilkan sitelink.

Table Konten

18. Keyword Density: Meskipun tidak se-penting seperti sebelumnya, google bisa menggunakannya untuk menentukan topik dari suatu halaman. Tapi terlalu menggunakannya dapat menghancurkan anda.

19. LSI Keyword pada Konten: LSI keyword membantu mesin pencari meng-analisa arti dari kata yang memiliki lebih dari satu arti (contohnya: Perusahaan Komputer Apple vs Buah Apple). Penggunaan LSI mungkin bersifat sebagai signal konten berkualitas.

20. LSI Keyword pada Title dan Deskripsi Tag: Sebagai konten halaman situs, LSI keyword pada meta tags halaman mungkin membantu google membedakan kata antar kata dengan beberapa potensi makna. Bisa juga bersifat sebagai sinyal relevansi.

21. Cakupan Topik yang mendalam pada halaman: Ada hubungan antara kedalaman cakupan topik dan peringkat google. Oleh karena itu, halaman yang mencakup setiap sudut mungkin memiliki keunggulan vs halaman yang hanya mencakup sebagian topik.

Cakupan Topik yang mendalam pada halaman

22. Kecepatan Memuat Halaman via HTML: Google dan Bing berdua menggunakan kecepatan memuat halaman sebagai faktor rangking. Robot mesin pencarian dapat menghitung kecepatan anda secara cukup akurat berdasarkan kode HTML halaman anda.

Kecepatan Memuat Halaman via HTML

23. Kecepatan Memuat Halaman via Chrome: Google bisa saja menggunakan data pengguna chrome untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik pada waktu memuat halaman. Dengan cara itu, mereka dapat mengukur seberapa cepat sebuah halaman hingga benar-benar termuat oleh pengguna.

24. Penggunaan AMP: Meskipun bukan faktor rangking google secara langsung, AMP dapat menjadi persyaratan untuk menentukan peringkat dalam versi seluler pada Google News Carousel.

25. Pencocokan Hasil: Apakah konten halaman cocok dengan hasil yang dicari oleh pengguna? Jika begitu, halaman tersebut bisa mendapatkan dorongan rangking untuk keyword tersebut.

26. Google Hummingbird: Pergantian algoritma ini membantu google untuk melampaui keyword. Terima kasih kepada Hummingbird, google sekarang dapat lebih baik mengerti topik sebuah halaman.

27. Duplikat Konten: Konten identik pada website yang sama (bahkan diubah sedikit) dapat memberikan dampak negatif pada tampilan situs pada mesin pencari.

28. Rel=canonical: Bila digunakan dengan benar, penggunaan tag ini dapat mencegah google untuk memberikan penalti pada situs anda untuk duplikat konten.

29. Optimasi Gambar: gambar mengirimkan mesin pencari sinyal relevansi penting melalui nama file, alt teks, title, deskripsi dan caption.

30. Konten Caffeine: Pembaruan Google Caffeine mendukung konten yang baru dipublikasikan atau diperbarui, terutama untuk pencarian yang sensitif terhadap waktu. Menyoroti faktor penting ini, google menunjukkan tanggal terakhir halaman diperbarui untuk beberapa halaman.

Konten Caffeine

31. Ukuran Pembaruan Konten: Pentingnya pengeditan dan perubahan juga berfungsi sebagai faktor kesegaran. Menambahkan atau membuang seluruh sesi lebih baik daripada beralih pada perubahan beberapa kata atau memperbaiki kesalahan ketik.

32. Riwayat Pembaruan Halaman: Seberapa sering halaman tersebut diperbarui sepanjang waktu? Harian, mingguan? setiap 5 tahun? Frekuensi pembaruan halaman juga memainkan peran dalam kesegaran.

33. Keyword Prominence: Memiliki keyword muncul paad 100 kata pertama konten halaman berhubungan dengan rangking halaman pertama google.

34. Keyword pada H2, H3 tag: Memiliki keyword anda muncul sebagai anak judul pada format H2 atau H3 dapat menjadi sinyal relevansi lemah lainnya. Faktanya, John Mueller dari google mengatakan: “Tag anak judul pada HTML membantu kami untuk mengerti struktur halaman.”

35. Kualitas Outbount Link: Banyak pakar seo berpikir bahwa memberikan link keluar pada situs berotoritas membantu mengirimkan sinyal kepercayaan kepada google. Dan hal ini didukung oleh studi industri saat ini.

36. Tema Outbound Link: Menurut The Hillop Algorithm, google mungkin menggunakan konten dari halaman yang anda berikan link sebagai sinyal relevansi. Sebagai contoh, jika anda memiliki halaman mengenai cars yang memberikan link pada halaman film bersangkutan, ini dapat memberitahu google bahwa halaman anda adalah tentang film Cars, bukan mengenai mobil.

37. Tata Bahasa dan Ejaan: Tata bahasa dan ejaan yang tepat adalah sinyal kualitas, meskipun Cutts memberikan pesan yang membingungkan beberapa tahun yang lalu apakah hal ini penting atau tidak.

38. Sindikat Konten: Apakah konten pada halaman asli? Jika di ambil atau di salin dari halaman yang terindex, itu tidak akan merangking juga…. atau mungkin tidak di index sama sekali.

39. Pembaruan Mobile-Friendly: Sering kali disebut sebagai “Mobilegeddon“, pembaruan ini memberikan hadiah pada halaman yang di optimasi untuk perangkat seluler dengan benar.

40. Kebergunaan Seluler: Website yang mudah digunakan oleh pengguna seluler mungkin mendapatkan keunggulan pada google “mobile first-index”.

41. Konten Tersembunyi pada Seluler: Konten tersembunyi pada perangkat seluler mungkin tidak akan terindex (atau mungkin tidak akan terlalu dianggap) vs konten yang terlihat sepenuhnya. Bagaimanapun, google baru saja mengatakan bahwa konten tersembunyi itu tidak apa-apa, namun juga mengatakan pada video yang sama, “jika itu konten yang penting maka harus terlihat”.

42. Konten Tambahan yang Bermanfaat: Menurut dokumen panduan Google Rater sekarang, konten tambahan yang bermanfaat adalah indikator kualitas halaman (dan juga, rangking google).

43. Konten Tersembunyi Dibalik Tab: Google telah mengatakan: apakah pengguna harus meng-klik pada tab untuk memunculkan beberapa konten pada halaman anda? konten ini “mungkin tidak akan terindex”.

44. Jumlah Outbound Keluar: Terlalu banyak dofollow OBL dapat meringankan pagerank, dimana dapat menghancurkan rangking halaman anda.

45. Multimedia: Gambar, video dan element multimedia lainnya dapat berfungsi sebagai sinyal konten berkualitas. Sebagai contoh, satu studi industri menemukan hubungan antara multimedia dan rangking.

hubungan antara multimedia dan rangking

46. Jumlah Internal Link yang mengarah ke halaman: Jumlah internal link pada halaman menunjukkan kepentingan relatif kepada halaman lainnya pada situs.

47. Kualitas internal link yang mengarah ke halaman: Internal link dari halaman berotoritas dalam domain memiliki efek yang lebih kuat dari pada dari halaman dengan atau rendah pagerank.

48. Link Rusak: Memiliki terlalu banyak link rusak pada suatu halaman dapat menjadi tanda situs terlantar atau terbengkalai. Dokumen Panduan Google Rater menggunakan link rusak sebagai salah satu cara untuk mengakses kualitas Homepage.

49. Tingkat Membaca: Tidak ada keraguan bahwa google mengukur tingkat membaca pada halaman website. Faktanya, google memberikan anda statistik tingkat membaca.

Tingkat Membaca

Namun apa yang mereka lakukan pada informasi tersebut menjadi perdebatan. Beberapa orang mengatakan bahwa tingkat membaca dasar akan membantu ada mendapat peringkat yang lebih baik karena itu akan menarik bagi publik. Tetapi yang lain mengasosiasikan tingkat membaca dasar dengan pabrik konten seperti Ezine Articles.

50. Link Affiliasi: Link affiliasi mungkin tidak akan menghancurkan rangking anda. Tapi jika anda memiliki sangat banyak, algoritma google mungkin akan lebih memperhatikan sinyal kualitas lainnya untuk memastikan anda bukanlah “website affiliasi kecil”.

51. HTML error/W3C validation: Kebanyakan error HTML atau coding yang buruk mungkin dapat menjadi pertanda situs berkualitas rendah. Meskipun masih kontroversi, banyak pakar seo berpikir bahwa halaman ber-coding bagus sebagai sinyal kualitas lemah.

52. Otoritas Domain: Semua hal menjadi setara, sebuah halaman pada domain ber-otoritas akan me-rangking lebih tinggi dari pada halaman pada domain dengan otoritas lemah.

Otoritas Domain

53. Pagerank Halaman: Tidak sepenuhnya berhubungan. Namun halaman dengan banyak otoritas biasanya lebih merangking dari halaman tanpa link otoritas.

54. Panjang URL: Kepanjangan URL dapat menghancurkan keterlihatan halaman pada mesin pencarian. Faktanya, beberapa pembelajaran industri telah menemukan bahwa url pendek biasanya memiliki sedikit keunggulan pada hasil penelusuran google.

Panjang URL

55. Jalur URL: Halaman yang dekat dengan homepage mungkin mendapatkan sedikit dorongan otoritas vs halaman yang terkubur dalam struktur website.

56. Editor Manusia: Meskipun tidak pernah dikonfirmasi, google telah memiliki paten untuk sistem yang memungkinkan editor manusia untuk mempengaruhi SERPs.

57. Halaman Kategori: Halaman kategori muncul sebagai sinyal relevansi. Halaman yang memiliki bagian dekat dengan kategori berhubungan bisa mendapatkan dorongan relevansi dibandingkan dengan halaman yang berisi kategori tidak berhubungan.

58. WordPress Tag: Tag adalah sinyal relevansi spesifikasi wordpress. Menurut Yoast.com: “Satu-satunya cara meningkatkan SEO anda adalah dengan mengaitkan satu bagian konten dengan yang lain, dan lebih spesifik lagi sekelompok post satu sama lain.”

59. Keyword pada URL: Sinyal relevansi lainnya. Seorang perwakilan google baru-baru ini menyebut ini sebagai “faktor peringkat yang sangat kecil“. Namun tetap merupakan faktor rangkit.

60. URL String: Kategori pada string URL dibaca oleh google dan dapat memberikan sinyal halaman yang berhubungan.

URL String

61. Referensi dan Sumber: Mengutip referensi dan sumber, seperti yang dilakukan makalah penelitian, mungkin merupakan pertanda kualitas. Panduan kualitas google mengatakan bahwa peninjau harus memperhatikan sumber saat melihat halaman tertentu. Ini adalah topik dimana sumber keahlian/otoritas penting. Namun google tidak mengakui bahwa mereka menggunakan tautan eksternal sebagai sinyal rangking.

62. Butir dan Daftar Angka: Butir dan daftar angka membantu memisahkan konten anda untuk pembaca, membuatnya lebih mudah digunakan. Google kemungkinan setuju dan mungkin lebih suka konten dengan butir dan daftar angka.

63. Prioritas Halaman Sitemap: Prioritas halaman yang diberikan menggunakan file sitemap.xml mungkin dapat mempengaruhi rangking.

64. Terlalu Banyak Outbound link: Langsung dari dokumen penilai kualitas yang disebutkan sebelumnya: “Beberapa halaman memiliki terlalu banyak tautan, menutupi halaman dan mengalihkan perhatian dari konten utama”.

65. Kuantitas Keyword lainnya pada Halaman: Bila halaman me-rangking pada beberapa keyword lainnya, itu dapat memberi google tanda kualitas internal.

66. Umur Halaman: Meskipun google lebih memilih konten baru, halaman lama yang diperbarui secara berkala dapat mengungguli halaman yang lebih baru.

67. Tata Letak User Friendly: Mengutip dokumen panduan kualitas google lagi: “Tata letak halaman pada halaman berkualitas tinggi membuat konten utama langsung terlihat.

68. Domain Parkir: Pembaruan google pada desember 2011 menurunkan keterlihatan domain parkir pada hasil pencarian.

69. Konten Berguna: Seperti yang ditunjukkan oleh pembaca JudiSEO, Jared Carrizales, google dapat membedakan antara konten berkualitas dan berguna.

Faktor Tingkat Situs

Faktor Tingkat Situs

70. Konten yang Memiliki Nilai dan Wawasan Unik: Google telah menyatakan bahwa mereka senang menghukum situs yang tidak membawa sesuatu yang baru atau berguna ke meja, terutama situs afiliasi murahan.

71. Halaman Hubungi Kami: Dokumen Kualitas Google yang disebutkan di atas menyatakan bahwa mereka lebih suka situs dengan “jumlah informasi kontak yang tepat”. Anggap bonus jika informasi kontak anda sesuai dengan info WHOIS anda.

72. Kepercayaan Domain/TrustRank: Banyak SEO percaya bahwa “TrustRank” adalah faktor peringkat yang sangat penting. Dan Paten Google yang baru-baru ini diajukan berjudul “Peringkat hasil pencarian berdasarkan kepercayaan”, tampaknya mendukung hal ini.

Kepercayaan Domain / TrustRank

73. Arsitektur Situs: Sebuah arsitektur situs yang diletakkan dengan baik (misalnya, struktur silo) membantu Google mengatur konten anda secara tematis. Ini juga dapat membantu Googlebot mengakses dan mengindeks semua halaman situs anda.

74. Pembaruan Situs: Banyak SEO percaya bahwa pembaruan situs web – dan terutama ketika konten baru ditambahkan ke situs – bekerja faktor kesegaran di seluruh situs. Meskipun Google baru-baru ini membantah bahwa mereka menggunakan “frekuensi penerbitan” dalam algoritma mereka.

75. Kehadiran Sitemap: Sitemap membantu mesin telusur mengindeks halaman anda lebih mudah dan lebih teliti, meningkatkan visibilitas.

76. Uptime Situs: Banyak downtime dari pemeliharaan situs atau masalah server dapat merusak peringkat Anda (dan bahkan dapat mengakibatkan deindexing jika tidak diperbaiki).

77. Lokasi Server: Lokasi server memengaruhi tempat peringkat situs anda di berbagai wilayah geografis (sumber). Terutama penting untuk pencarian geo-spesifik.

78. Sertifikat SSL: Google telah mengonfirmasi bahwa pengunaan HTTPS sebagai sinyal peringkat.

pengunaan HTTPS sebagai sinyal peringkat

Menurut Google, bagaimanapun, HTTPS hanya bertindak sebagai “tiebreaker“.

79. Ketentuan Layanan dan Halaman Privasi: Dua halaman ini membantu memberi tahu Google bahwa sebuah situs adalah anggota internet yang dapat dipercaya.

80. Duplikat Informasi Meta di Situs: Informasi meta duplikat di situs anda dapat menurunkan semua visibilitas halaman anda. Faktanya, Google Search Console memperingatkan anda jika anda memiliki terlalu banyak.

Duplikat Informasi Meta di Situs

81. Navigasi Breadcrumb: Ini adalah gaya arsitektur situs yang user-friendly yang membantu pengguna (dan mesin pencari) tahu di mana mereka berada di sebuah situs:

Navigasi Breadcrumb

Google menyatakan bahwa: “Google Search menggunakan markup breadcrumb di badan halaman web untuk mengkategorikan informasi dari halaman dalam hasil pencarian.”

82. Optimasi Seluler: Lebih dari separuh hasil pencarian dilakukan dari perangkat seluler, Google ingin melihat bahwa situs Anda dioptimalkan untuk pengguna ponsel. Bahkan, Google sekarang menghukum situs web yang tidak ramah seluler.

83. YouTube: Tidak ada keraguan bahwa video YouTube diberikan perlakuan istimewa di SERPs (mungkin karena Google yang memilikinya):

video YouTube

Bahkan, Search Engine Land menemukan bahwa lalu lintas YouTube.com meningkat secara signifikan setelah Google Panda.

84. Kegunaan Situs: Situs yang sulit digunakan atau dinavigasi dapat merugikan peringkat secara tidak langsung dengan mengurangi waktu di situs, halaman yang dilihat dan tingkat bouncing (dengan kata lain, faktor peringkat RankBrain).

85. Penggunaan Google Analytics dan Google Search Console: Beberapa orang berpikir bahwa menginstal kedua program ini di situs anda dapat meningkatkan pengindeksan halaman anda. Mereka juga dapat memengaruhi peringkat secara langsung dengan memberikan lebih banyak data kepada Google untuk bekerja (mis., Rasio pentalan yang lebih akurat, baik anda mendapatkan lalu lintas rujukan dari tautan balik anda, dll.). Yang mengatakan, Google telah menyangkal ini sebagai sebuah mitos.

86. Ulasan pengguna/Reputasi situs: Reputasi situs di situs seperti Yelp.com kemungkinan memainkan peran penting dalam algoritme Google. Google bahkan memasang garis besar yang tidak jelas tentang bagaimana mereka menggunakan ulasan online setelah satu situs tertangkap merampas pelanggan dalam upaya untuk mendapatkan pers dan tautan.

Faktor Backlink

Faktor Backlink

87. Umur Domain Terhubung: Backlink dari domain lama mungkin lebih kuat daripada domain baru.

88. Root Domain Terhubung: Jumlah domain terhubung adalah salah satu faktor peringkat yang paling penting dalam algoritme Google, seperti yang dapat anda lihat dari studi industri ini dari 1 juta hasil Google Penelusuran.

Root Domain Terhubung

89. Jumlah Backlink dari C-Class IP Terpisah: Backlink dari alamat IP kelas-c yang terpisah menunjukkan luasnya situs yang terhubung dengan anda, yang dapat membantu dengan peringkat.

90. Halaman Terhubung: Jumlah total halaman yang terhubung – bahkan dari domain yang sama – berdampak pada peringkat.

91. Backlink Anchor Text: Seperti yang tercantum dalam uraian algoritma asli Google ini: “Pertama, anchor sering memberikan deskripsi laman web yang lebih akurat daripada laman itu sendiri”.

Jelas, anchor teks kurang penting daripada sebelumnya (dan, ketika terlalu dioptimalkan, berfungsi sebagai sinyal spam web). Tapi teks anchor yang kaya kata kunci masih mengirimkan sinyal relevansi yang kuat dalam dosis kecil.

92. Alt Tag (untuk Tautan Gambar): Teks Alt berfungsi sebagai anchor teks untuk gambar.

93. Backlink dari .edu atau domain .gov: Matt Cutts telah menyatakan bahwa TLD tidak memperhitungkan pentingnya situs. Namun, itu tidak menghentikan SEO dari berpikir bahwa ada tempat khusus di algo untuk .gov dan .edu TLD.

94. Otoritas dari Halaman Terhubung: Referensi Otoritas (PageRank) halaman telah menjadi faktor peringkat yang sangat penting sejak hari-hari awal Google dan masih ada.

Otoritas dari Halaman Terhubung

95. Otoritas Domain Terhubung: Referensi Otoritas domain dapat memainkan peran independen dalam nilai backlink.

96. Backlink dari Pesaing: Backlink dari peringkat laman lain dalam SERP yang sama mungkin lebih berharga bagi peringkat laman untuk kata kunci tertentu itu.

97. Backlink dari Situs Web “yang Diharapkan”: Meskipun spekulatif, beberapa SEO percaya bahwa Google tidak akan sepenuhnya mempercayai situs web anda sampai anda ditautkan dari serangkaian situs “diharapkan” di industri anda.

98. Backlink dari Tetangga yang Buruk: Backlink dari yang disebut “Tetangga yang Buruk” dapat merusak situs Anda.

99. Guest Posts: Meskipun link dari Guest Posts masih lulus nilai, mereka mungkin tidak sekuat link editorial yang benar (plus, Guest Posts “skala besar” dapat membuat situs anda menjadi masalah).

100. Backlink dari Iklan: Menurut Google, backlink dari iklan harus nofollow. Namun, kemungkinan besar Google dapat mengidentifikasi dan memfilter backlink follow dari iklan.

101. Otoritas Beranda: Backlink ke laman rujukan beranda dapat sangat penting dalam mengevaluasi situs – dan karenanya merupakan bobot tautan.

102. Backlink Nofollow: Ini adalah salah satu topik paling kontroversial dalam SEO. Kata resmi Google tentang masalah ini adalah: “Secara umum, kami tidak mengikuti mereka.”

Yang menunjukkan bahwa mereka… setidaknya dalam kasus-kasus tertentu. Memiliki beberapa % tautan nofollow tertentu juga dapat menunjukkan profil tautan alami vs tidak wajar.

103. Keragaman Jenis Backlink: Memiliki persentase backlink yang sangat besar yang berasal dari satu sumber (mis. Profil forum, komentar blog) mungkin merupakan tanda webspam. Di sisi lain, backlink dari beragam sumber adalah tanda dari profil tautan alami.

104. “Backlink Sponsor” atau Kata-Kata lain di sekitar Backlink: Kata-kata seperti “sponsor”, “mitra backlink” dan “link bersponsor” dapat menurunkan nilai backlink.

105. Kontekstual Backlink: Backlink yang disematkan di dalam konten laman dianggap lebih kuat daripada backlink di laman kosong atau ditemukan di tempat lain di laman.

Kontekstual Backlink

106. Pengalihan 301 Berlebihan ke Halaman: Backlink yang berasal dari pengalihan 301 melemahkan beberapa PageRank, menurut Bantuan Webmaster Video.

107. Anchor Teks Internal Link: Anchor Teks Internal Link adalah sinyal relevansi lain. Meskipun tautan internal cenderung memiliki bobot yang jauh lebih sedikit daripada teks tautan yang berasal dari situs eksternal.

108. Link Atribusi Judul: Judul link (teks yang muncul saat anda mengarahkan kursor ke link) juga dapat digunakan sebagai sinyal relevansi yang lemah.

109. Referensi TLD Domain Negara: Mendapatkan link dari ekstensi domain tingkat atas spesifik negara (.de, .cn, .co.uk) dapat membantu anda mendapatkan peringkat yang lebih baik di negara tersebut.

110. Lokasi Link dalam Konten: Link di awal suatu konten dapat membawa sedikit lebih berat daripada link yang ditempatkan di bagian akhir konten.

Lokasi Link dalam Konten

111. Lokasi Link di Halaman: Di mana link muncul di halaman adalah penting. Umumnya, link yang disematkan dalam konten laman lebih kuat daripada link di area footer atau sidebar.

112. Relevansi Domain Terhubung: Link dari situs di niche yang sama secara signifikan lebih kuat daripada link dari situs yang sama sekali tidak terkait.

113. Relevansi Tingkat Halaman: Link dari halaman yang relevan juga memberikan lebih banyak nilai.

114. Kata Kunci dalam Judul: Google memberikan cinta ekstra pada link dari halaman yang berisi kata kunci halaman anda dalam judul (“Ahli terhubung dengan ahli”.)

115. Kecepatan Link Positif: Situs dengan kecepatan link positif biasanya mendapat dorongan SERP karena menunjukkan situs anda semakin populer.

Kecepatan Link Positif

116. Kecepatan Link Negatif: Di sisi lain, kecepatan link negatif dapat menurunkan peringkat secara signifikan karena itu adalah sinyal penurunan popularitas.

117. Link dari Halaman “Hub”: Algoritma Hilltop menunjukkan bahwa mendapatkan link dari laman yang dianggap sumber daya utama (atau hub) pada topik tertentu diberi perlakuan khusus.

118. Link dari Situs Otoritas: Link dari situs yang dianggap sebagai “situs otoritas” kemungkinan melewatkan lebih banyak jus daripada link dari situs kecil yang relatif tidak dikenal.

119. Link ke Sumber Wikipedia: Meskipun tautannya nofollow, banyak yang berpikir bahwa mendapatkan link dari Wikipedia memberi anda sedikit kepercayaan dan otoritas tambahan di mata mesin pencari.

120. Co-Occurrences: Kata-kata yang cenderung muncul di sekitar backlink anda membantu memberi tahu Google tentang halaman itu.

Co-Occurrences

121. Usia Backlink: Menurut paten Google, link lama memiliki kekuatan peringkat lebih tinggi daripada backlink yang baru dicetak.

122. Tautan dari Situs Nyata vs. “PBN”: Karena menjamurnya Private Blog Network, Google mungkin memberikan lebih banyak bobot pada tautan yang berasal dari “situs nyata” daripada dari blog palsu. Mereka cenderung menggunakan sinyal merek dan interaksi pengguna untuk membedakan keduanya.

123. Profil Link Alami: Situs dengan profil link “alami” akan memiliki peringkat tinggi dan lebih tahan lama untuk pembaruan daripada yang jelas-jelas menggunakan strategi blackhat untuk membuat link.

124. Link Timbal-Balik: Halaman skema link google mendaftarkan “Pertukaran tautan yang berlebihan” sebagai skema link yang harus dihindari.

125. Link Konten Buatan Pengguna: Google dapat mengidentifikasi UGC vs. konten yang diterbitkan oleh pemilik situs yang sebenarnya. Misalnya, mereka tahu bahwa link dari blog WordPress.com resmi sangat berbeda dengan link dari judikartuqq.wordpress.com.

126. Link dari 301: Link dari redirect 301 mungkin kehilangan sedikit jus dibandingkan dengan link langsung. Namun, Matt Cutts mengatakan bahwa 301 sama dengan link langsung.

127. Penggunaan Schema.org: Halaman yang mendukung microformat dapat memberi peringkat di atas halaman tanpa itu. Ini mungkin merupakan dorongan langsung atau fakta bahwa halaman dengan microformat memiliki SERP lebih tinggi:

Penggunaan Schema.org

128. TrustRank dari Situs Terhubung: Kepercayaan dari situs yang terhubung dengan anda menentukan seberapa banyak “TrustRank” diteruskan kepada anda.

129. Jumlah Link Keluar di Halaman: PageRank terbatas. Link pada halaman dengan ratusan link eksternal melewatkan lebih sedikit PageRank daripada halaman dengan sedikit link keluar.

130. Link Forum: Karena spam tingkat industri, Google dapat secara signifikan menolak link dari forum.

131. Jumlah Kata Konten Terhubung: Link dari pos 1000 kata lebih berharga daripada link di dalam cuplikan 25 kata.

132. Kualitas Konten Terhubung: Link dari konten yang ditulis asal atau spinner tidak memberikan nilai sebanyak link dari konten yang ditulis dengan baik.

133. Link di Seluruh Situs: Matt Cutts telah mengonfirmasi bahwa link di seluruh situs “diperkecil” untuk dihitung sebagai satu link.

Interaksi pengguna

Interaksi pengguna

134. RankBrain: RankBrain adalah algoritma AI Google. Banyak yang percaya bahwa tujuan utamanya adalah untuk mengukur bagaimana pengguna berinteraksi dengan hasil pencarian (dan memberi peringkat hasil yang sesuai).

135. Organik CTR untuk Kata Kunci: Menurut Google, halaman yang diklik lebih banyak di CTR mungkin mendapatkan dorongan SERP untuk kata kunci tertentu.

Organik CTR untuk Kata Kunci

136. Organik CTR untuk Semua Kata Kunci: Organik CTR situs untuk semua kata kunci yang diperingkatkan mungkin merupakan sinyal interaksi pengguna berbasis manusia (dengan kata lain, Skor Kualitas untuk hasil organik).

137. Rasio Pentalan: Tidak semua orang di SEO menyetujui masalah rasio pentalan, tetapi ini mungkin cara Google menggunakan pengguna mereka sebagai penguji kualitas (bagaimanapun juga, laman dengan rasio pentalan tinggi mungkin bukan hasil yang bagus untuk kata kunci tersebut) . Begitu juga, sebuah penelitian terbaru oleh SEMRush menemukan hubungan antara tingkat pentalan dan peringkat Google.

Rasio Pentalan

138. Lalu Lintas Langsung: Dikonfirmasi bahwa Google menggunakan data dari Google Chrome untuk menentukan berapa banyak orang yang mengunjungi situs (dan seberapa sering). Situs dengan banyak lalu lintas langsung kemungkinan situs dengan kualitas yang lebih tinggi dibandingkan situs yang mendapatkan lalu lintas langsung sangat sedikit. Bahkan, studi SEMRush saya baru saja dikutip menemukan hubungan yang signifikan antara lalu lintas langsung dan peringkat Google.

139. Lalu Lintas Berulang: Situs dengan pengunjung berulang dapat memperoleh peningkatan peringkat Google.

140. PogoSticking: “PogoSticking” adalah jenis pentalan khusus. Dalam hal ini, pengguna mengklik hasil pencarian lain dalam upaya untuk menemukan jawaban atas permintaan mereka.

PogoSticking

Hasil dari orang Pogostick mungkin mendapatkan penurunan peringkat secara signifikan.

141. Situs yang Diblokir: Google telah menghentikan fitur ini di Chrome. Namun, Panda menggunakan fitur ini sebagai sinyal kualitas. Jadi Google mungkin masih menggunakan variasi itu.

142. Bookmark Chrome: Kami tahu bahwa Google mengumpulkan data penggunaan browser Chrome. Laman yang diberi bookmark di Chrome mungkin mendapat dorongan.

143. Jumlah Komentar: Halaman dengan banyak komentar dapat menjadi sinyal interaksi dan kualitas pengguna. Bahkan, wakil Google mengatakan komentar dapat membantu “banyak” dengan peringkat.

Jumlah Komentar

144. Dwell Time: Google sangat memperhatikan “Dwell Time”: berapa lama orang menghabiskan waktu di halaman anda ketika datang dari pencarian Google. Ini juga terkadang disebut sebagai “klik panjang vs klik pendek”. Singkatnya: Google mengukur berapa lama penguna Google menghabiskan waktu di halaman anda. Semakin lama waktu yang dihabiskan, semakin baik.

Aturan Khusus Algoritma Google

Aturan Khusus Algoritma Google

146. Query Deserves Diversity: Google dapat menambahkan keragaman ke SERP untuk kata kunci yang ambigu, seperti “Ted”, “WWF” atau “ruby”.

147. Riwayat Penjelajahan Pengguna: Anda mungkin memperhatikan ini sendiri: situs web yang sering anda kunjungi mendapatkan dorongan SERP untuk penelusuran anda.

148. Riwayat Pencarian Pengguna: Rantai pencarian memengaruhi hasil pencarian untuk pencarian selanjutnya. Misalnya, jika anda menelusuri “ulasan” kemudian mencari “toaster”, Google lebih cenderung membuat peringkat situs ulasan toaster lebih tinggi di SERPs.

149. Featured Snippets: Menurut penelitian SEMRush, Google memilih konten Featured Snippets berdasarkan kombinasi panjang konten, pemformatan, otoritas halaman, dan penggunaan HTTP.

150. Penargetan Geografis: Google memberikan preferensi ke situs dengan IP server lokal dan ekstensi nama domain khusus negara.

151. Safesearch: Hasil pencarian dengan kata-kata kutukan atau konten dewasa tidak akan muncul untuk orang dengan Safesearch dihidupkan.

152. Google+ Circles: Meskipun Google+ pada dasarnya mati, Google menampilkan hasil yang lebih tinggi untuk penulis dan situs yang telah anda tambahkan ke Google+ Circles anda.

153. Kata Kunci “YMYL”: Google memiliki standar kualitas konten yang lebih tinggi untuk kata kunci “Uang anda atau kehidupan anda”.

154. Keluhan DMCA: Google “menurunkan peringkat” halaman dengan keluhan DMCA yang sah.

155. Domain Diversity: Yang disebut “Bigfoot Update” seharusnya menambahkan lebih banyak domain ke setiap halaman SERP.

156. Pencarian Transaksional: Google terkadang menampilkan hasil yang berbeda untuk kata kunci terkait belanja, seperti pencarian penerbangan.

Pencarian Transaksional

157. Pencarian Lokal: Untuk pencarian lokal, Google sering menempatkan hasil lokal di atas SERP organik “normal”.

Pencarian Lokal

158. Kotak Berita Utama: Kata kunci tertentu memicu Kotak Berita Utama:

Kotak Berita Utama

159. Preferensi Merek Besar: Setelah Pembaruan Vince, Google mulai memberi dorongan kepada merek-merek besar untuk kata kunci tertentu.

160. Hasil Belanja: Google terkadang menampilkan hasil Google Shopping dalam SERPs organik:

Hasil Belanja

161. Hasil Gambar: Gambar Google terkadang muncul dalam hasil pencarian organik normal.

162. Hasil Telur Paskah: Google memiliki selusin hasil Telur Paskah. Misalnya, ketika Anda mencari “Atari Breakout” di pencarian gambar Google, hasil pencarian berubah menjadi permainan yang dapat dimainkan (!). Bersorak untuk Victor Pan untuk yang satu ini.

163. Hasil Tunggal Situs untuk Merek: Domain atau kata kunci berorientasi merek memunculkan beberapa hasil dari situs yang sama.

164. Pembaruan Payday Loans: Ini adalah algoritme khusus yang dirancang untuk membersihkan “kueri yang bersifat sangat spam“.

Sinyal Brand

Sinyal Brand

165. Nama Merek Anchor Text: Teks anchor bermerek adalah sinyal merek yang sederhana – namun kuat.

Nama Merek Anchor Text

166. Penelusuran Bermerek: Orang-orang menelusuri merek. Jika orang mencari merek anda di Google, ini menunjukkan kepada Google bahwa situs anda adalah merek nyata.

167. Merek + Pencarian Kata Kunci: Apakah orang mencari kata kunci tertentu bersama dengan merek anda (misalnya: “Faktor Peringkat Google JudiSEO” atau “JudiSEO blog”)? Jika demikian, Google dapat memberi anda peningkatan peringkat ketika orang-orang menelusuri versi non-bermerek dari kata kunci tersebut di Google.

168. Situs Memiliki Halaman Facebook dan Suka: Merek cenderung memiliki halaman Facebook dengan banyak suka.

169. Situs memiliki Profil Twitter dengan Pengikut: Profil Twitter dengan banyak pengikut memberi sinyal merek populer.

170. Halaman Resmi Perusahaan di Linkedin: Kebanyakan bisnis nyata memiliki halaman resmi perusahaan di Linkedin.

171. Keahlian yang Diketahui: Pada Februari 2013, CEO Google Eric Schmidt mengklaim secara terkenal: “Dalam hasil pencarian, informasi yang terkait dengan profil online yang terverifikasi akan diberi peringkat lebih tinggi daripada konten tanpa verifikasi seperti itu, yang akan menghasilkan sebagian besar pengguna secara alami mengklik pada hasil atas (terverifikasi).”

172. Legitimasi Akun Media Sosial: Akun media sosial dengan 10.000 pengikut dan 2 pos mungkin ditafsirkan jauh berbeda dari akun kuat 10.000 pengikut lainnya dengan banyak interaksi. Bahkan, Google mengajukan paten untuk menentukan apakah akun media sosial itu nyata atau palsu.

173. Sebutan Merek di Berita Utama: Merek yang benar-benar besar disebutkan di situs Top Stories sepanjang waktu. Bahkan, beberapa merek memiliki umpan berita dari situs web mereka sendiri, di halaman pertama:

Sebutan Merek di Berita Utama

174. Unlinked Brand Mentions: Merek disebutkan tanpa terhubung ke. Google cenderung melihat pada sebutan merek non-hyperlink sebagai sinyal merek.

175. Lokasi Brick and Mortar: Bisnis nyata memiliki kantor. Ada kemungkinan bahwa Google memancing untuk data lokasi untuk menentukan apakah suatu situs adalah merek besar atau tidak.

Faktor Webspam Dalam Situs

Faktor Webspam Dalam Situs

176. Panda Penalti: Situs dengan konten berkualitas rendah (terutama konten farming) kurang terlihat dalam penelusuran setelah terkena penalti Panda.

177. Tautan ke Lingkungan Buruk: Menghubungkan ke “lingkungan buruk” – seperti spammy pharmacy or situs payday loan – dapat merusak keterlihatan pencarian anda.

178. Redirects: Pengalihan licik adalah masalah besar. Jika ketahuan, itu bisa mendapatkan situs tidak hanya dihukum, tetapi de-indeks.

179. Popup atau “Distracting Ads”: The Official Google Rater Guidelines Document mengatakan bahwa popup dan iklan yang mengganggu adalah tanda situs berkualitas rendah.

180. Interstisial Pop Up: Google dapat menghukum situs-situs yang menampilkan halaman penuh “interstitial” popup ke pengguna ponsel.

Interstisial Pop Up

181. Optimasi Situs Berlebihan: Ya, Google menghukum orang karena terlalu mengoptimalkan situs mereka. Ini termasuk: penjejalan kata kunci, isi tag header, dekorasi kata kunci berlebihan.

182. Konten Tidak Beraturan: Paten Google menguraikan bagaimana Google dapat mengidentifikasi konten “omong kosong”, yang berguna untuk memfilter konten yang dihasilkan secara otomatis dari indeks mereka.

183. Doorway Pages: Google ingin halaman yang anda tunjukkan ke Google menjadi halaman yang akhirnya dilihat pengguna. Jika halaman anda mengalihkan orang ke halaman lain, itu adalah “Halaman Pintu”. Tak perlu dikatakan, Google tidak suka situs yang menggunakan Halaman Doorway.

184. Iklan diatas rata-rata:Algoritme Tata Letak Halaman” menghukum situs dengan banyak iklan (dan tidak banyak konten) diatas rata-rata.

Iklan diatas rata-rata

185. Menyembunyikan Link Afiliasi: Mencoba terlalu jauh ketika menyembunyikan link afiliasi (terutama dengan cloaking) dapat membawa hukuman.

186. Fred: Nama panggilan yang diberikan ke serangkaian pembaruan Google mulai tahun 2017. Menurut Search Engine Land, Fred “menargetkan situs konten bernilai rendah yang mengutamakan pendapatan daripada membantu penggunanya.”

187. Situs Afiliasi: Bukan rahasia bahwa Google bukan penggemar afiliasi terbesar. Dan banyak yang berpikir bahwa situs yang menghasilkan uang dengan program afiliasi diletakkan di bawah pengawasan ekstra.

188. Konten yang Dihasilkan Otomatis: Google memahami bahwa konten yang dibuat secara otomatis tidak ada. Jika mereka menduga bahwa situs anda memompa konten yang dihasilkan komputer, itu bisa mengakibatkan hukuman atau pengindeksan.

189. Kelebihan Manipulasi PageRank: Mencoba terlalu jauh memanipulasi PageRank – dengan nofollow semua link keluar – mungkin merupakan tanda mempermainkan sistem.

190. Alamat IP Ditandai sebagai Spam: Jika alamat IP server Anda ditandai karena spam, ini dapat memengaruhi semua situs di server tersebut.

191. Meta Tag Spamming: isian kata kunci juga bisa terjadi di meta tag. Jika Google menganggap anda menambahkan kata kunci pada judul dan tag deskripsi anda dalam upaya untuk mempermainkan algoritma, mereka dapat menekan situs anda dengan penalti.

Faktor Webspam Diluar Situs

Faktor Webspam Diluar Situs

192. Pemasukan Link yang Tidak Masuk Akal: Arus link yang tiba-tiba (dan tidak alami) adalah tanda pasti dari link palsu.

193. Penguin Penalti: Situs yang terkena Google Penguin secara signifikan kurang terlihat dalam penelusuran. Meskipun, tampaknya, Penguin sekarang lebih berfokus pada memfilter tautan jahat vs. menghukum seluruh situs web.

194. Profil Link Berkualitas Rendah dengan Persentase Tinggi: Banyak link dari sumber yang biasanya digunakan oleh blackhat SEO (seperti komentar blog dan profil forum) dapat menjadi tanda permainan sistem.

195. Relevansi Domain Terhubung: Analisis terkenal oleh MicroSiteMasters.com menemukan bahwa situs dengan jumlah link yang sangat tinggi dari situs yang tidak terkait lebih rentan terhadap Penguin.

Relevansi Domain Terhubung

196. Peringatan Link Tidak Normal: Google telah mengirimkan ribuan pesan “Pemberitahuan Google Search Console terdeteksi yang tidak wajar”. Ini biasanya mendahului penurunan peringkat, meskipun tidak 100% dari waktu.

197. Link Direktori Berkualitas Rendah: Menurut Google, backlink dari direktori berkualitas rendah dapat menyebabkan penalti.

198. Link Widget: Google tidak menyukai link yang dibuat secara otomatis saat pengguna menyematkan “widget” di situs mereka.

199. Link dari C IP Kelas yang Sama: Mendapatkan link yang tidak wajar dari situs di IP server yang sama dapat membantu Google menentukan bahwa link anda berasal dari jaringan blog.

200. Anchor Text Berbahaya: Memiliki “anchor text” (terutama kata kunci farmasi) menunjuk ke situs anda mungkin merupakan tanda spam atau situs yang diretas. Apa pun itu, ini dapat merusak peringkat situs anda.

201. Lonjakan Link Tidak wajar: Paten Google 2013 menjelaskan bagaimana Google dapat mengidentifikasi apakah masuknya link ke laman itu sah atau tidak. Link yang tidak wajar itu mungkin menjadi tidak dihargai.

202. Link Dari Artikel dan Siaran Pers: Artikel direktori dan siaran pers telah disalahgunakan sampai-sampai Google sekarang menganggap kedua strategi membangun link ini sebagai “skema link” dalam banyak kasus.

203. Tindakan Manual: Ada beberapa jenis ini, tetapi sebagian besar terkait dengan blackhat link building.

204. Penjualan Link: Tertangkapnya penjualan link dapat merusak keterlihatan pencarian anda.

205. Google Sandbox: Situs-situs baru yang tiba-tiba mendapatkan link terkadang dimasukkan ke Google Sandbox, yang secara sementara membatasi visibilitas pencarian.

206. Google Dance: The Google Dance dapat menggoyang peringkat untuk sementara. Menurut Paten Google, ini mungkin merupakan cara bagi mereka untuk menentukan apakah suatu situs mencoba untuk mempermainkan algoritma atau tidak.

Google Dance

207. Disavow Tool: Penggunaan Disavow Tool dapat menghapus hukuman manual atau algoritmik untuk situs yang menjadi korban SEO negatif.

208. Permintaan Pertimbangan Ulang: Permintaan pertimbangan ulang yang berhasil dapat mengangkat penalti.

209. Skema Link Sementara: Google telah menangkap orang-orang yang membuat dan dengan cepat menghapus link berisi spam. Juga dikenal sebagai skema link sementara.

Kesimpulan

Cukup banyak daftar faktor diatas.

Untuk meringkas, berikut adalah faktor peringkat google yang paling penting di 2018.

  • Referring domains
  • Organic click-through-rate
  • Domain authority
  • Mobile usability
  • Dwell time
  • Total number of backlinks
  • Content quality
  • On-page SEO

Sekarang saya ingin mendengar dari anda:

Faktor peringkat SEO mana dari daftar ini yang baru bagi anda?

Atau mungkin saya melewatkan sesuatu.

Bagaimanapun, beri tahu saya dengan meninggalkan komentar pada halaman kontak.